Sealant (lem perekat) yang sudah terpasang, tetapi saat musim hujan air masih sering rembes dan mengelupas? Kondisi ini tentu sering dialami, terutama jika masalah berasal pemilihan produk perekat tidak berkualitas dan proses pengaplikasian yang sembarangan.
Material perekat yang mudah mengelupas dan retak setelah dipasang tidak hanya berakibat pada efisiensi kinerjanya. Hal tersebut juga dapat merugikan pengguna dari segi waktu dan material.
Mari kita bahas apa penyebab material perekat menjadi mudah mengelupas hingga cara tepat mengurangi risiko tersebut! Artikel di bawah ini akan membahasnya lebih detail. Berikut penjelasannya.
Penyebab Sealant Mengelupas atau Retak
Sebelum membahas solusi permasalahan material perekat yang mudah mengelupas dan retak, ada baiknya jika Anda memahami berbagai faktor penyebab kerusakan itu sendiri.
Pasalnya, sumber masalah utama tidak selalu disebabkan pemilihan material perekat yang salah. Simak penjelasan lengkap terkait penyebabnya di bawah ini:
1. Bidang Permukaan Aplikasi Kotor
Kondisi material perekat yang mudah mengelupas bisa jadi karena bidang permukaan kotor saat proses aplikasi dilakukan.
Permukaan yang kotor karena debu, sisa minyak atau sealant lama atau permukaan yang lembab membuat material tidak bekerja maksimal. Meski dari luar terlihat rapi, belum tentu kinerja perekat optimal.
Dengan kondisi permukaan aplikasi kotor, maka celah kecil dapat terbentuk dan dapat menjadi jalan masuknya debu dan rembesan air.
2. Produk Sealant yang Digunakan Tidak Sesuai Substrat
Dengan banyaknya jenis material perekat, penting bagi Anda untuk memilih perekat sesuai kondisi bidang aplikasi dan kebutuhan.
Masing-masing perekat memiliki karakteristik berbeda, misalnya material yang cocok untuk diaplikasikan pada area interior belum tentu ideal jika diaplikasi pada area eksterior yang terus-menerus terpapar sinar matahari.
3. Tingkat Ketebalan yang Kurang Tepat
Faktor penyebab material perekat mudah mengelupas lainnya adalah tingkat ketebalan aplikasi yang kurang tepat. Hal ini dikarenakan tidak semua bidang aplikasi memerlukan tingkat ketebalan yang sama.
Lapisan perekat perlu perbandingan yang ideal agar dapat meregang dan memampat secara optimal. Jika lapisan terlalu tipis dan terlalu dalam, maka tegangan pergerakan akan fokus di titik yang salah dan menyebabkan keretakan.
4. Kondisi Sambungan Tidak Ideal
Material perekat juga akan mudah retak jika kondisi sambungan tidak ideal. Pasalnya, ukuran celah sambungan otomatis berpengaruh pada kinerja perekat.
Celah sambungan yang terlalu lebar maupun terlalu sempit dapat menimbulkan masalah jika tidak diatasi dengan benar. Inilah pentingnya memeriksa kondisi dan ukuran sambungan sebelum aplikasi perekat dilakukan.
Pentingnya Persiapan Permukaan Sebelum Aplikasi
Saat pengelupasan dan retakan terjadi pada sambungan struktur bangunan Anda, masalah yang muncul tidak hanya terkait konstruksi. Biaya, waktu dan tenaga yang Anda miliki otomatis ikut terkuras.
Oleh karena itu, penting untuk memastikan semua proses berjalan dengan optimal. Seperti memastikan bidang permukaan bersih dari debu, partikel lepas, minyak dan lembab berlebih. Untuk lebih jelasnya, berikut rincian teknis yang perlu Anda pahami:
Pastikan sealant harus kompatibel dengan substrat dan sistem primer yang akan digunakan.
Periksa kondisi lapangan dan saat pengeringan seperti tingkat kelembaban, kondisi suhu dan kontaminasi sambungan. Hal ini penting untuk memastikan kondisi akhir proses pengaplikasian ideal.
Gunakan backer rod untuk membantu dalam mengontrol ketebalan material perekat.
Untuk bidang aplikasi eksterior, pastikan memilih produk perekat yang memiliki ketahanan cuaca dan fleksibilitas jangka panjang.
Cara Mengurangi Risiko Kerusakan Sealant
Jika permukaan bidang aplikasi sudah disiapkan dengan baik, Anda hanya perlu memulai proses aplikasi lem perekat pada bidang/area yang diinginkan. Beberapa cara efisien untuk mengurangi risiko kerusakan dapat Anda simak berikut ini:
1. Pilih Produk yang Sesuai
Memilih produk perekat yang disesuaikan dengan substrat dan kondisi bidang aplikasi sangat membantu untuk mencegah terjadinya kerusakan yang lebih parah.
Selalu periksa lembar data produk untuk mencocokkan substrat, kemampuan pergerakan hingga metode pengeringan. Dengan begitu, risiko kerusakan akibat kesalahan memilih produk dapat diminimalisir.
2. Aplikasikan dalam Kondisi yang Direkomendasikan
Selama proses pengaplikasian lem perekat, pastikan Anda memerhatikan suhu permukaan, kelembaban dan waktu pengeringan.
Hindari proses pengaplikasian saat hujan atau saat kontaminasi substrat tinggi. Karena hal tersebut dapat berpengaruh pada daya rekat dan proses curing yang ideal.
3. Perhatikan Kondisi Joint Bidang Aplikasi
Jangan lupa untuk memerhatikan kondisi joint (sambungan) pada bidang aplikasi. Anda dapat memanfaatkan alat backer rod atau bond-breaker agar tahapan proses ini lebih optimal.
Fungsi dari alat tersebut adalah membantu agar lapisan perekat bergerak secara terkendali dan risiko tegangan berlebih dapat diminimalisir.
4. Periksa dan Lakukan Proses Curing dengan Baik
Setelah proses pengaplikasian perekat dilakukan, Anda sangat disarankan untuk memeriksa kembali sambungan yang telah disegel secara berkala. Hal ini berguna untuk mendeteksi tanda-tanda awal keretakan atau penyusutan.
Proses deteksi awal akan membantu perbaikan dini sebelum rembesan air atau pergerakan berulang semakin memperparah kerusakan.
Gunakan Sikaflex®-11 FC+ untuk Hasil Daya Rekat yang Lebih Optimal!
Lapisan perekat yang mudah mengelupas dan retak bukanlah perkara sepele. Proses perawatan yang tepat sebelum dan setelah pengaplikasian sangat memengaruhi kondisi dan performa material perekat yang digunakan.
Pemilihan produk sealant yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan juga memegang peran penting untuk performa material yang optimal. Oleh karena itu, kami rekomendasikan produk perekat elastis terbaik yaitu Sikaflex®-11 FC+.
Produk perekat serbaguna satu komponen yang memiliki sifat aplikasi yang sangat baik ini mampu merekatkan dan menutup celah pada sebagaian besar substrat material konstruksi, seperti beton, keramik, kayu, metal, kaca dan sebagainya.
Kemampuan akomodasi pergerakannya mencapai ± 35% dan dapat merekat baik dan tahan terhadap berbagai kondisi mekanis dan cuaca.
Memercayakan material terbaik untuk struktur bangunan Anda pada produk-produk Sika Indonesia adalah pilihan tepat. Salah satu alasannya adalah karena reputasi kami selama 115 tahun sebagai produk terpercaya oleh sebagian besar proyek domestik maupun internasional.
Dapatkan produk sealant terbaik Sika di Official Store Sika!
Tanya Berita Kumpulan Berita Populer dan Informasi Terkini

