Tips Social Media Audit Sebelum Menentukan Strategi Konten Baru

7 Tips Social Media Audit Sebelum Menentukan Strategi Konten Baru

Sebelum buru-buru membuat strategi konten baru untuk media sosial bisnis, ada baiknya mengecek dulu performa akun yang sudah berjalan selama ini. Banyak pemilik bisnis yang langsung mengganti haluan konten begitu merasa hasilnya kurang memuaskan, padahal belum tentu masalahnya ada di strategi barunya, bisa jadi justru ada pada evaluasi yang selama ini terlewat.

Tanpa audit yang jelas, strategi baru yang disusun berisiko mengulang kesalahan yang sama seperti sebelumnya, karena tidak ada data konkret yang menunjukkan apa sebenarnya yang perlu diperbaiki.

Kalau merasa perlu bantuan profesional untuk mengevaluasi dan menyusun ulang strategi konten, memanfaatkan jasa kelola sosmed terpercaya bisa jadi pilihan supaya audit dan strategi barunya lebih terarah.

Tim yang berpengalaman seperti Consultant Social Media Coulava juga biasa membantu bisnis melakukan audit secara lebih menyeluruh sebelum menyusun konten baru. Buat yang masih ingin coba audit sendiri dulu, berikut 7 tips yang bisa diikuti sebelum menentukan arah konten baru.

1. Kumpulkan Data dari Semua Platform yang Digunakan

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah mengumpulkan data performa dari setiap platform media sosial yang sedang aktif digunakan. Manfaatkan fitur bawaan seperti Instagram Insights atau Facebook Analytics untuk melihat data reach, engagement, dan pertumbuhan follower secara lebih detail. Data mentah ini menjadi dasar untuk seluruh proses audit selanjutnya.

2. Bandingkan Performa Antar Periode Waktu

Jangan hanya melihat data bulan ini saja. Bandingkan dengan bulan sebelumnya, atau kalau memungkinkan dengan periode yang sama tahun lalu, supaya bisa melihat apakah ada tren penurunan atau peningkatan yang konsisten, dan bukan hasil dari fluktuasi sesaat semata.

3. Identifikasi Konten dengan Performa Terbaik dan Terburuk

Cek jenis konten apa yang paling banyak mendapat engagement, dan sebaliknya konten mana yang paling sepi respons. Pola ini biasanya menjadi petunjuk penting soal jenis konten seperti apa yang sebenarnya disukai audiens, sehingga strategi konten baru bisa lebih terarah berdasarkan data nyata dari performa akun sendiri.

Menurut Hootsuite, meninjau konten dengan performa ekstrem, baik yang terbaik maupun terburuk, membantu bisnis memahami pola konten yang benar-benar relevan bagi audiensnya dibanding hanya menebak-nebak berdasarkan asumsi.

4. Cek Konsistensi Branding di Semua Kanal

Pastikan visual, gaya bahasa, dan pesan yang disampaikan tetap konsisten di semua platform yang dipakai. Audiens yang melihat akun bisnis di beberapa platform sekaligus akan lebih mudah percaya kalau kesan yang didapat seragam, sehingga perbedaan gaya yang terlalu mencolok antar platform sebaiknya dihindari. Konsistensi ini juga memudahkan audiens mengenali brand meski berpindah dari satu platform ke platform lain.

5. Perhatikan Kualitas Follower, Tidak Hanya Jumlahnya

Follower yang banyak namun pasif sebenarnya kurang berdampak signifikan bagi tujuan bisnis. Cek juga apakah pertumbuhan follower selama ini datang secara organik dari audiens yang relevan, atau justru banyak yang tidak sesuai target pasar, misalnya hasil dari kampanye giveaway yang menarik follower tidak relevan.

6. Bandingkan dengan Kompetitor Sejenis

Menurut artikel dari Coulava yang membahas cara melakukan social media audit untuk strategi baru, membandingkan performa akun dengan 2-3 kompetitor relevan membantu mengetahui apakah pertumbuhan bisnis sudah sesuai standar industri atau justru tertinggal dari kompetitor sejenis.

7. Jadwalkan Audit secara Rutin

Audit bukan aktivitas yang dilakukan sekali lalu selesai begitu saja. Menurut Sprout Social, bisnis yang rutin mengevaluasi performa media sosialnya secara berkala cenderung lebih cepat beradaptasi dengan perubahan algoritma dan perilaku audiens, dibanding yang hanya mengevaluasi ketika masalah sudah terlanjur besar.

Idealnya, audit dilakukan setiap tiga bulan sekali, atau lebih cepat kalau ada tanda-tanda performa akun menurun drastis dalam waktu singkat.

FAQ Seputar Social Media Audit

Berapa lama proses audit media sosial biasanya memakan waktu?

Tergantung jumlah platform dan periode data yang dianalisis, namun audit dasar biasanya bisa selesai dalam 1-2 hari kerja kalau data sudah tersedia dan tinggal dianalisis. Untuk audit yang lebih mendalam, termasuk perbandingan dengan kompetitor, waktunya bisa lebih lama tergantung kompleksitas data yang dikumpulkan.

Apakah audit perlu dilakukan meski performa akun terlihat baik-baik saja?

Perlu. Audit rutin membantu mendeteksi potensi masalah lebih awal, sebelum performa akun benar-benar menurun signifikan dan sulit dipulihkan. Bisnis yang terlihat baik-baik saja pun tetap bisa menemukan celah perbaikan lewat audit, misalnya soal konsistensi branding atau kualitas follower yang selama ini luput dari perhatian.

Penutup

Melakukan social media audit sebelum menyusun strategi baru membantu memastikan langkah yang diambil benar-benar berdasarkan data yang jelas, dibanding hanya mengikuti asumsi atau tren yang sedang ramai dibicarakan. Ketujuh tips di atas bisa jadi panduan awal buat yang ingin mulai mengevaluasi performa akun bisnisnya sendiri sebelum melangkah ke strategi konten yang baru.